Mengenal Berbagai Macam Jenis Penyakit Dermatitis Yang Mengganggu

Mengenal Berbagai Macam Jenis Penyakit Dermatitis Yang Mengganggu – Memiliki kulit yang mulus adalah dambaan semua orang. Munculnya penyakit dermatitis pada kulit bukan hanya sangat mengganggu tetapi juga kadang bisa membuat rasa percaya diri menurun. Dermatitis merupakan masalah yang paling umum terjadi pada kulit.

Mengenal berbagai Macam Jenis Penyakit Dermatitis Yang Mengganggu

Dermatitis merupakan sebuah penyakit yang terjadi pada kulit, dimana mengalami peradangan. Peradangan Peradangan ini dapat dilihat dengan adanya ruam, kulit memerah yang dapat menimbulkan rasa gatal. Kulit yang menderita dermatitis apabila mengalami lecet dan terinfeksi akan mengeluarkan cairan yang dapat menimbulkan kerak dan dapat mengelupas.

Sebenarnya dermatitis ini diambil dari istilah yunani yang berarti mendidih atau mengalir keluar. Mungkin dikarenakan peradangan yang diakibatkan oleh dermatitis dapat menyebabkan kulit bergelembung kecil dan akhirnya pecah lalu mengeluarkan cairan.

Dermatitis menyerang tidak mengenal usia, semua orang dapat mengalaminya. Bahkan bayi juga bisa mengalaminya. Contohnya adalah bayi mengalami ruam popok. Dimana ruam terjadi pada derah selangkangan bayi. Sedangkan bagi orang dewasa, penyakit ini sering terjadi karena aktifitas sehari-hari dan kontak dengan lingkungan luar sehingga bisa memicu penyakit ini.

Ada berbagai macam jenis dermatitis. Dermatitis bisa menjadi sangat menyakitkan, dan kadang bisa menjadi kronis tergantung pada penyebabnya.

Berikut Adalah Berbagai Macam Penyakit Dermatitis Yang Menyerang Kulit :

1. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik adalah kelainan kulit kategori kronis yang rasanya sangat gatal sekali. Dermatitis atopik dikarenakan adanya kelainan genetik atau adanya penyakit turunan. Dengan terbentuknya antibodi imunoglobulin E. Biasanya diserang pada saat bayi atau pada saat anak-anak. Gejalanya adalah radang pada kulit disertai rasa gatal. Banyak faktor yang memicu timbulnya dermatitis atopik, pemicunya seperti:

  • Alergi makanan tertentu
  • Alergen hirup
  • Alergen berbagai bahan iritan
  • Faktor tekanan pikiran dan stress

2. Dermatitis Seboroik

Mengenal berbagai Macam Jenis Penyakit Dermatitis Yang MenggangguDermatitis seboroik merupakan dermatitis yang distribusinya berada di daerah yang kaya kelenjar sabesa. Gejala yang terlihat dengan munculnya bercak merah yang berbatas tegas, terlihat kering atau pun berminyak serta disertai rasa gatal. Namun dalam beberapa kasus ada yang tidak disertai rasa gatal.

Lokasinya pada daerah yang keras dan yang kaya kelenjar minyak dan berbagai lipatan kulit, seperti lipatan hidung, daerah rambut, belakang telinga, alis dan dada. Ketombe adalah salah satu contoh dermatitis seboroik pada orang dewasa.

Penyebabnya sendiri masih belum bisa diketahui secara pasti. Beberapa pakar beranggapan bahwa ada beberapa faktor yang mungkin menyebabkan Dermatitis Seboroik ini. Seperti faktor hormonal, lingkungan, dan genetik.

3. Dermatitis Kontak

Dermatitis yang satu ini di bagi menjadi dua yaitu :

a. Dermatitis Kontak Alergika
Dermatitis ini disebabkan oleh reaksi kekebalan tertunda (delayed immune system) akibat kontak kulit dengan senyawa alergik yang menyebabkan radang kulit dalam waktu 48 jam setelah paparan terjadi. Contoh pembuatan alergi seperti : parfum, jelatang, pengawet kosmetik, metal dan pewarna.

b. Dermatitis kontak iritan
Penyakit ini disebabkan oleh paparan senyawa iritan yang menyebabkan rusaknya kulit secara kimiawi. Contohnya seperti : sabun keras,detergen, dan produk pembersih lainnya. Senyawa iritan tersebut dapat menghilangkan kelembaban dari lapisan luar kulit. Kemudian akan merusak lapisan pelindung dan memicu terjadinya peradangan.

4. Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis adalah peradangan dengan lesi yang menetap, dengan keluhan utamanya gatal-gatal. Lesinya berbentuk seperti uang logam samapi oval berbatas tegas yang umunya ditemukan di daerah kaki dan tangan. Dermatitis numularis memiliki beberapa nama lain seperti : ekzen discoid, ekzen numular, dan nummular eczematous dermatitis

Dermatitis numularis lebih banyak menyerang orang dewasa dan lebih sering terjadi pada laki-laki. Pada laki-laki, usia yang paling sering terkena penyakit ini adalah 55-65 tahun. Sedangkan pada wanita onset pucaknya antara usia 15-25 tahun. Penyakit dermatitis numularis jarang ditemui pada anak-anak di bawah 1 tahun, menurut survey hanya ada 7 kejadian dari 466 anak yang menderita dermatitis jenis ini.

Dermatitis jenis ini cenderung meningkat pada saat musim dingin, ini mungkin disebabkan karena  pada saat itu kulit menjadi kering dan frekwensi mandi bertambah.

5. Dermatitis Stasis

Dermatitis stasis merupakan penyakit inflamasi kulit yang sering terjadi di ekstremitas bawah (tungkai) pada pasien dengan insufisiensi dan hipertensi vena. Penyakit ini umumnya menyerang pada usia pertengahan dan usia lanjut serta jarang terjadi sebelum dekade kelima kehidupan, kecuali pada keadaan di mana insufisiensi vena disebabkan oleh pembedahan (surgery), trauma, atau trombosis. Dermatitis stasis dapat merupakan prekursor dari keadaan lain seperti ulkus vena tungkai atau lipodermatiosklerosis.

Dermatitis stasis biasanya timbul di pergelangan kaki. Pada awalnya kulit menjadi merah dan sedikit bersisik. Setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, warna kulit berubah menjadi coklat gelap. Pengumpulan darah dibawah kulit yang terjadi sebelumnya sering tidak dihiraukan, sehingga terjadi pembengkakan dan kemungkinan infeksi, yang akhirnya menyebabkan kerusakan kulit yang berat (ulserasi).

6. Neurodermatitis

Neurodermatitis adalah penyakit kulit kronis yang dimulai dengan bercak kulit yang terasa gatal. Kondisi kulit yang juga dikenal dengan nama lichen simplex chronicus ini jika digaruk akan terasa semakin gatal. Penyakit kulit ini tidak berbahaya dan juga tidak menular, namun rasa gatalnya bisa menyebabkan terganggunya jam tidur, fungsi seksual, dan kualitas hidup penderitanya.

7. Dermatitis dishidrosis

Dermatitis dishidrosis yang disebut juga dengan pomfolix adalah gangguan kulit berupa munculnya bisul-bisul kecil berisi cairan di telapak kedua tangan atau kaki maupun keduanya. Bisul-bisul tersebut biasanya bertahan hingga tiga minggu lamanya dan menyebabkan gatal yang cukup intens. Namun sekali bisulnya mengering, pecah atau retak, rasanya akan cukup menyakitkan.

Penyebab dyshidrosis tidak diketahui. Namun, kondisi ini dapat dikaitkan dengan kelainan kulit serupa yang disebut dermatitis atopik, serta dengan kondisi alergi, seperti demam. Letusan akan kambuh secara berkala pada penderita alergi hidung.

Bagi kebanyakan orang, dishidrosis hanya nenimbulkan gatal dan ketidaknyamanan. Namun pada beberapa orang, rasa sakit dan gatal-gatal dapat membatasi penggunaan tangan atau kaki. Kebiasaan menggaruk dapat meningkatkan risiko berkembangnya infeksi bakteri pada area kulit yang terkena.

Demikianlah artikel mengenai macam-macam jenis penyakit dermatitis yang menyerang kulit. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu Anda supaya terhindar dari berbagai macam penyakit dermatitis yang sangat mengganggu.

Baca Juga : Cara Mengatasi Penyakit Dermatitis Yang Paling Efektif

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *